3 Cara Evaluasi Keuangan Keluarga

Bagaimana melakukan evaluasi keuangan keluarga agar tahu apakah keuangan sedang sehat atau sakit sehingga butuh bantuan ?

Pernahkah Anda mengalami kondisi uang selalu tidak cukup atau “besar pasak daripada tiang”? Atau misalnya, uang selalu habis untuk bayar utang? Atau bahkan, Anda termasuk yang merasa sudah kerja bertahun-tahun tapi tidak punya tabungan?

Apabila Anda menjawab “Ya” untuk salah satu dari pertanyaan di atas, maka ada kemungkinan kondisi keuangan saat ini tergolong kurang sehat, bahkan sudah gawat darurat. Setiap penyakit, umumnya tersedia obat penawar. Bila kondisi kesehatan keuangan Anda kurang baik, solusinya pun sebenarnya ada.

Namun, sebelum mulai membuat rencana keuangan, ada baiknya melakukan evaluasi kesehatan keuangan. Evaluasi kesehatan atau dikenal dengan istilah financial check-up adalah sebuah kegiatan untuk mengetahui, apakah kondisi keuangan saat ini tergolong sehat atau sakit.

Dengan financial check up, maka bisa diketahui seperti apa kondisi keuangan rumahtangga.

#1 Kategori pertama, tidak sehat. Maksudnya adalah, kondisi pengeluaran lebih besar ketimbang penghasilan Anda.

#2 Kategori kedua, sehat yakni kondisi pengeluaran sama besar dengan penghasilan.

#3 Kategori ketiga, mandiri yaitu kondisi penghasilan lebih besar daripada pengeluaran.

#4 Kategori keempat dan paling baik adalah sejahtera. Kategori ini menggambarkan kondisi penghasilan lebih besar dari pengeluaran. Juga ada kepemilikan penghasilan pasif dari aset, tidak punya utang, serta kemampuan berderma.

Evaluasi Keuangan

Ada tiga langkah yang harus Anda lakukan untuk mengevaluasi kesehatan keuangan.

#1 Catatan Harta dan Utang

Membuat catatan harta dan utang. Jika sudah memiliki pasangan, lakukan hal ini bersama pasangan Anda dan ajaklah berdiskusi.

Catatan ini akan memberikan potret atau gambaran tentang posisi keuangan saat ini. Dan, akan membantu mengukur perkembangan keuangan dalam mencapai keinginan hidup.

#2 Catatan Penghasilan dan Pengeluaran

Membuat catatan penghasilan dan pengeluaran. Berapa banyak uang yang masuk dan keluar setiap bulan di rumahtangga Anda?

Umumnya, para ibu rumahtangga paham betul, berapa uang yang dipakai untuk belanja harian, berapa uang yang dipakai untuk bayar listrik setiap bulan, membeli susu anak dan popok, serta membayar uang sekolah.

Oleh sebab itu, jika Anda berkeluarga, pastikan baik suami maupun istri sama-sama mengisi catatan penghasilan dan pengeluaran saban bulan.

#3 Hitung Rasio Keuangan

Menghitung rasio keuangan utama. Pada bagian ini, Anda akan mulai berhitung dan mencari tahu, seperti apa kondisi kesehatan keuangan alias kesehatan dompet keluarga.

Umumnya, ada tiga kondisi yang ingin dicari tahu, misalnya, berapa banyak uang tunai yang kita punya, berapa hutang kita dan sebagainya.

Kesimpulan

Mengingat pentingnya evaluasi kesehatan keuangan, Anda melakukan secara rutin, minimal satu tahun sekali.

Selain itu, baik juga melakukannya jika terjadi perubahan besar dalam kehidupan, seperti pencari penghasilan meninggal, kelahiran anak, pernikahan atau perceraian, atau sekadar kenaikan penghasilan dalam rumahtangga.

Jangan khawatirkan hasil dari evaluasi kesehatan keuangan Anda.

Karena, hal terpenting adalah mendapatkan solusi atas problema keuangan yang Anda hadapi. Seiring berjalannya tahun, saya harapkan kondisi keuangan rumahtangga Anda bisa terus membaik.

Hingga pada akhirnya, setiap rumahtangga di Indonesia dapat meraih kehidupan lebih sejahtera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *