3 Langkah Mudah Mempersiapkan Dana Pensiun

Semakin muda kita memulai persiapan pensiun semakin baik. Bagaimana caranya yang paling murah dan mudah mempersiapkan Dana Pensiun ? Mulai sejak dini, dan pilih instrumen investasi yang sesuai.

Gaya hidup sekarang, seminggu sekali kongko-kongko di kafe dengan teman-teman. Dalam perencanaan perhitungan pensiun, gaya hidup seperti itu masih tetap diperhitungkan.

Yang perlu Anda perhatikan, angsuran atau cicilan rutin seperti KPR/KPA diasumsikan sudah lunas. Normalnya, bank memberikan fasilitas kredit kepada seseorang sampai yang bersangkutan menjelang usia pensiun, sehingga saat pensiun sudah tidak ada cicilan lagi.

Di lain sisi, dengan bertambahnya umur, risiko kesehatan juga semakin meningkat, yang akan berdampak pada semakin tingginya premi asuransi kesehatan yang harus dibayarkan. Dengan masuknya masa pensiun, maka tidak ada lagi utang properti atau cicilan KPR/KPA yang besarnya 30% dari total pendapatan bulanan Anda.

Sehingga, bila pendapatan Anda sekarang di usia 27 tahun sebesar Rp 10 juta per bulan, dikurangi beban cicilan properti, maka penghasilan bersih jadi Rp 7 juta. Ini yang bisa Anda gunakan untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, dalam lima tahun terakhir, inflasi 6,3% per tahun. Sementara sisa usia produktif Anda adalah 28 tahun.

Cara Menghitung

Dengan konsep Time Value of Money, Anda bisa menghitung berapa dana pensiun yang dibutuhkan kelak. Caranya sebagai berikut:

#1 Pendapatan

Yang perlu Anda hitung adalah, berapa pendapatan bersih selama setahun di usia 55 tahun. Jika pendapatan bersih sebulan saat ini Rp 7 juta, maka dalam setahun Rp 84 juta.

Dengan inflasi 6,3% per tahun, pendapatan Anda di usia 55 tahun ialah Rp 465 juta. Artinya, nilai uang Rp 84 juta saat ini sama dengan Rp 465 juta pada saat usia 55 tahun mendatang atau 28 tahun kemudian.

#2 Biaya Hidup

Hitung berapa biaya hidup selama masa pensiun (sebelum meninggal). Jika rata-rata usia hidup sampai dengan 70 tahun, maka ada masa 15 tahun di mana Anda harus membiayai hidup.

Dari hitungan tahap pertama di atas, biaya hidup per tahun Rp 465 juta dengan inflasi 6,3%. Maka, selama masa 15 tahun sampai usia 70 tahun, dana yang Anda butuhkan total mencapai Rp 4,43 miliar.

#3 Investasi per Bulan

Hitung berapa besar cicilan per bulan untuk mendapatkan dana pensiun tersebut. Dari hitungan tahap kedua, Anda sudah mendapatkan angka Rp 4,43 miliar sebagai dana pensiun yang harus dibentuk.

Dengan rentang waktu selama 28 tahun menjelang pensiun, Anda bisa memilih instrumen investasi bertipe agresif. Misalnya, instrumen pasar modal yang bisa memberikan imbal hasil (return) 15% per tahun.

Alhasil, cicilan yang perlu di siapkan kurang lebih Rp 865.000 per bulan.

Artinya, dengan memilih instrumen yang bisa memberikan imbal hasil 15% per tahun selama 28 tahun, cicilan yang perlu dibayarkan setiap bulan “hanya” Rp 865.000 sehingga terbentuk dana pensiun sebesar Rp 4,43 miliar.

Persiapan

Semakin jauh persiapan dana pensiun, semakin kecil dana cicilan yang dibutuhkan.

Bayangkan bila Anda baru mempersiapkan dana pensiun setelah usia 40 tahun. Cicilan sebulan melonjak jadi Rp 2,99 juta.

Dalam menyiapkan dana untuk kebutuhan pensiun tersebut, Anda bisa memilah instrumen investasi agar selama masa pensiun masih bisa mempertahankan gaya hidup seperti saat ini.

Karena tujuan Anda untuk pensiun, tentu tenor pilihan investasinya adalah yang jangka panjang. Instrumen di pasar modal seperti reksadana saham bisa menjadi pilihan Anda.

Sebagai catatan, makin pendek waktu persiapan Anda untuk pensiun, makin rendah tingkat risiko investasi yang dipilih. Ini penting untuk meminimalisasi risiko investasi.

Namun konsekuensinya, imbal hasilnya juga relatif lebih rendah.

Ilustrasinya: kalau masa pensiun Anda kurang dari tujuh tahun, reksadana campuran bisa menjadi pilihan. Jika masa pensiunnya di bawah tiga tahun, reksadana pendapatan tetap pilihannya.

Kian pendek masa investasi, pilihlah instrumen yang risikonya lebih rendah dan menghasilkan, meski imbal hasilnya relatif lebih kecil.

Saat ini, berinvestasi reksadana bisa Anda akses secara online melalui manajer investasi yang mengelola reksadana, atau melalui portal tertentu, atawa lewat bank sebagai agen.

Pembelian reksadana bisa dilakukan secara berkala dengan mendebit rekening Anda setiap tanggal tertentu.

Semua performa dari masing-masing produk reksadana, baik syariah maupun konvensional, juga bisa dilihat secara transparan.

Terakhir, penilaian berkala perlu Anda lakukan bila penghasilan dan gaya hidup meningkat. Otomatis, perhitungan dana pensiun harus ditambah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *